BRI Super League: PSIM Kena Comeback atas PSM, Van Gastel Sebut Sepak Bola Tidak Adil

8 hours ago 2

Bola.com, Bantul - PSIM Yogyakarta harus menelan pil pahit, setelah takluk 1-2 dari tamunya PSM Makassar pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026) sore WIB.

Sempat unggul lebih dulu lewat gol Deri Corfe pada menit ke-54, PSIM justru kehilangan fokus di pengujung laga. Tim tamu mampu membalikkan keadaan melalui Luka Cumic di menit ke-79 dan Dusan Lagator (90+9').

Pertandingan berjalan menarik sejak menit awal. Intensitas laga meningkat di babak kedua, tetapi Laskar Mataram gagal menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kekalahan ini membuat PSIM tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 38 poin. Perinciannya meraih sembilan menang, 11 imbang, dan tujuh tumbang.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Van Gastel: Sepak Bola Terkadang Tidak Adil

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku kecewa berat dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Menurut dia, timnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan, namun hasil akhir berkata lain.

"Saya pikir ini seperti keajaiban kami bisa kalah di pertandingan ini. Secara keseluruhan kami adalah tim yang lebih baik, tapi sepak bola terkadang tidak adil," ujar Van Gastel seusai laga.

Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut juga menyoroti kesalahan berulang yang terus menghantui timnya sepanjang musim ini.

"Kami terus membuat kesalahan yang sama. Jadi dua gol yang kami kebobolan itu lagi-lagi pengulangan dari sepanjang musim dan sepertinya tidak ada perkembangan dalam masalah itu. Jadi kami harus terus melangkah, tapi sesuatu harus berubah," lanjutnya.

Masalah Klasik: Bola Mati Jadi Petaka

Salah satu sorotan utama Jean-Paul van Gastel adalah buruknya antisipasi PSIM dalam menghadapi situasi bola mati. Ia menilai hal ini sudah menjadi masalah kronis yang belum juga teratasi.

"Kami sudah dua kali kalah berturut-turut karena situasi bola mati. Saya pikir lebih dari 50 persen gol yang kami kebobolan berasal dari bola mati, dan tidak ada perkembangan sama sekali dalam masalah ini," keluhnya.

Mantan asisten pelatih Besiktas itu pesimistis jika persoalan tersebut tidak segera dibenahi, tren negatif ini bisa berlanjut hingga akhir musim kompetisi.

"Saya rasa ini akan terus berlanjut sampai akhir musim, karena entah bagaimana kami tidak mampu bertahan dalam situasi bola mati," sambung Van Gastel.

Deri Corfe: Kami Harus Bangkit

Sementara itu, penyerang PSIM, Deri Corfe, juga mengungkapkan kekecewaannya. Pemain asal Inggris itu sepakat dengan pernyataan sang pelatih bahwa PSIM seharusnya bisa meraih kemenangan.

"Ya, persis seperti yang pelatih katakan. Jujur saja, ini seperti keajaiban kami tidak memenangkan pertandingan itu," kata Deri Corfe.

"Saya pikir kami tim yang lebih baik, tapi hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola dan kami harus bangkit lagi minggu depan," tutur penyerang berusia 28 tahun itu.

Gol ke gawang PSM menjadi yang kedua bagi Deri Corfe musim ini dari total 22 penampilan. Sebelumnya, ia mencetak gol saat menghadapi Persis Solo pada November 2025.

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |