Campus League 2026 Resmi Bergulir: Digelar di 6 Kota, Surabaya Jadi Pembuka

14 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Musim perdana kompetisi olahraga antarperguruan tinggi, Campus League, resmi bergulir. Campus League 2026 akan digelar di enam kota berbeda, di mana Surabaya akan menjadi yang pertama.

Selain Surabaya, Campus League 2026 juga akan digelar di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Samarinda. Ini merupakan pengembangan yang signifikan dari musim nol yang digelar pada 2025.

Jika pada Campus League 2025 hanya menggelar kompetisi futsal dan digelar di Yogyakarta dan Jakarta untuk level regional dan putaran nasional digelar di Jakarta, kini Campus League 2026 digelar dengan empat tambahan kota dan jumlah cabang olahraga yang lebih banyak.

Selain futsal yang sudah digelar pada season zero 2025 lalu, ini ada juga cabang olahraga basket dan bulutangkis yang hadir di Campus League 2026. Cabor basket akan bergulir pada April hingga Juni 2026, disusul bulutangkis dan kemudian futsal pada Desember 2026.

Sebagai puncak perhelatan musim perdana ini, Campus League akan menggelar UniGames, sebuah ajang multi-sports berskala nasional antarkontingen kampus yang mengadopsi semangat multievent bergengsi seperti PON dan Olimpiade. 

Berlokasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, UniGames akan mempertandingkan cabor tambahan yang meliputi taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, dan atletik.

Predikat Grand Champions akan dianugerahkan kepada kampus dengan raihan akumulasi medali emas terbanyak sejak cabor pembuka hingga penutupan UniGames.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Menjawab Tantangan bagi Masyarakat Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

Melalui acara Grand Launching yang digelar di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (20/4/2026), Campus League hadir sebagai tonggak sejarah lahirnya ekosistem olahraga kampus di Indonesia yang tidak sekadar fokus pada penyelenggaraan event sementara, tetapi juga membangun infrastruktur jangka panjang demi mendukung masa depan student-athlete Tanah Air.

CEO Campus League, Ryan Gozali, menegaskan inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan terkait masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga, tetapi tidak menjadikan atlet profesional sebagai jalan karier utama mereka setelah lulus.

Ryan menegaskan Campus League hadir untuk memastikan pengalaman kompetitif di kampus menjadi investasi berharga bagi pembentukan karakter dan karier profesional mereka.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan.

Ryan menjelaskan mentalitas yang ditempa melalui kompetisi olahraga menghasilkan soft skills krusial seperti manajemen waktu, resiliensi, disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

Campus League hadir tidak sekadar sebagai penyelenggara liga, melainkan sebagai infrastruktur pengembangan diri yang menjadikan olahraga sebagai sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang komprehensif.

Mendapat Dukungan Penuh

Visi besar Campus League turut mendapat dukungan penuh dari para mitra strategis, terutama Bayan Peduli dan Polytron sebagai sponsor utama. 

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyoroti pentingnya kolaborasi ini dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan bagi talenta muda, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Kami percaya investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda," ujar Merlin.

"Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal agar mampu bersinar di kancah nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Sementara Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menambahkan olahraga kampus adalah miniatur dari dunia profesional yang sesungguhnya.

Sama halnya dengan Campus League yang berinvestasi pada infrastruktur untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan daya juang para student-athlete, Polytron hadir untuk melengkapi perjalanan tersebut melalui infrastruktur teknologi.

Polytron menambah keseruan Campus League dengan menghadirkan Polytron Luxia untuk mendampingi perjalanan akademis student-athlete di kampus.

“Laptop ini dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, mengunggulkan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh," ujar Tekno.

"Kami menyadari sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga, dan Polytron Luxia berkomitmen mengawal setiap langkah transisi mereka; dari mencetak prestasi di lapangan, mengejar nilai di ruang kuliah, hingga kelak memimpin di dunia profesional,” ungkap Tekno.

Campus League Basket Regional Surabaya Digelar Mulai 22 April 2026

Menandai dibukanya Musim 1 secara nasional, Campus League Kompetisi Basket Regional Surabaya akan berlangsung di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 22–29 April 2026.

Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi siap berlaga.  Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh kampus lokal asal Surabaya dan Malang, tetapi juga menarik partisipasi kampus dari luar Pulau Jawa, yakni Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar (UCM).

Pada sistem penyisihan, sektor putra telah terbagi menjadi empat grup, sementara sektor putri terbagi menjadi dua grup.

Pertarungan sengit diprediksi terjadi sejak awal kompetisi, salah satunya di Grup D kategori putra yang mempertemukan tim unggulan Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Katolik Darma Cendika.

Sementara itu, Uncen akan berada di Grup A bersama tim debutan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Ciputra Surabaya (UCS).

"Kami memiliki ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh karena itu, di Regional Surabaya ini kami akan berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama," tegas Adhika Putra Wicaksono, ofisial tim basket Ubaya, usai pengundian grup di GOR Basket Unesa, Rabu (15/4).

Di sektor putri, tuan rumah Unesa tergabung dalam Grup F yang berisi tim-tim kuat asal Surabaya, yakni Ubaya, ITS, dan Unair.

“Tentu ada kewaspadaan tersendiri karena kami berada di grup yang kompetitif bersama tim-tim unggulan,” ungkap pemain Unesa, Aisya Nayla Bihesti Zewar.

Berbeda dengan Grup F, Grup E justru menjadi arena persaingan tim-tim putri asal Malang. Universitas Brawijaya (UB), tim debutan Universitas Ma Chung (UMC), dan Universitas Negeri Malang (UM) akan bersaing ketat dengan UCM yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Makassar.

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menjelaskan pada Musim 1 ada pembaruan regulasi yang mengizinkan setiap tim untuk mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan menit bermain yang lebih memadai bagi para pemain.

“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” jelas Dave.

Terkait pemain asing, Dave menegaskan pemain tersebut harus berstatus mahasiswa reguler waktu penuh, bukan sekadar peserta pertukaran mahasiswa, serta wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi termasuk kelengkapan izin tinggal.

Menggunakan Standar FIBA dan Diawasi Perbasi

Kompetisi basket Campus League akan menggunakan sistem round-robin di fase penyisihan grup. Di sektor putra, hanya juara grup yang akan lolos ke semifinal. Sementara di sektor putri, juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak empat besar melalui sistem gugur.

Juara dan runner-up Regional Surabaya, baik putra maupun putri, akan mengantongi tiket ke fase puncak kompetisi, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026.

Sang Juara Nasional nantinya akan mewakili perguruan tinggi Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.

Pertandingan juga mengadopsi regulasi resmi FIBA, termasuk sistem waktu bersih 4x10 menit dan aturan jersey seragam, warna terang solid dan warna gelap.

“Tim dengan jersey berwarna terang akan disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah harus berwarna sama dan solid,” jelas Arnas Anggoro, wasit basket nasional dari Perbasi Jawa Timur.

Perbasi secara langsung akan memantau jalannya kompetisi ini karena relevansinya dengan pembentukan talent pool untuk Tim Nasional. Oleh sebab itu, batas usia maksimal pemain yang diizinkan tampil adalah mahasiswa kelahiran tahun 2003.

Seluruh pertandingan basket Regional Surabaya akan disiarkan secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube Campus League. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di GOR Basket Unesa tanpa dipungut biaya.

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |