Deretan Pemain Naturalisasi yang Kini Berkiprah di BRI Super League: Dari Diego Michiels hingga Thom Haye, Ivar Jenner Mau Nyusul?

15 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Semakin banyak pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang merumput di BRI Super League musim 2025/2026. Pada awal musim, Dewa United menggaet Rafael Struick, Persija Jakarta merekrut Jordi Amat.

Gebrakan disusul Bali United, dengan mengamankan tanda tangan striker diaspora muda Jens Raven. Juara bertahan Persib Bandung tidak mau kalah, Eliano Reijnders dan Thom Haye.

Mereka yang digaet adalah nama-nama yang telah menghiasi skuad Timnas Indonesia. Sebelum mereka, sudah ada pesepak bola berstatus naturalisasi pernah memperkuat Timnas Indonesia, dan sampai saat ini masih eksis di BRI Super League.

Keberadaan pemain-pemain naturalisasi masih dibutuhkan klubnya masing-masing. Yuk simak deretan pemain naturalisasi yang masih eksis di BRI Super League musim ini:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Diego Michiels

Diego Michiels adalah pemain yang sangat setia bersama Borneo FC. Total sudah 9 tahun dia bermain untuk tim asal Samarinda tersebut. Meski sempat pindah ke Arema FC musim 2022, hati Diego masih tertinggal di Borneo.

Di awal kariernya, Diego merupakan sosok temperamental yang kerap berpindah klub. Dia pernah bermain untuk Pelita Jaya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC dan akhirnya menemukan kenyamanan di Borneo FC.

Musim 2022/2024 menjadi musim terbaiknya bersama Borneo FC, ia melakoni 30 pertandingan sepanjang musim. Kemudian mengalami penurunan dengan bermain 11 laga musim berikutnya.

Di BRI Super League 2025/2026, pemain berusia 35 tahun itu bermain satu kali yakni ketika bertemu Persik Kediri di pekan ke-9, dengan hanya bermain satu menit. Statistik Diego Michiels bersama Timnas Indonesia adalah bermain di tiga laga.

Ilija Spasojevic

Ujung tombak Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic masih menunjukkan pesonanya meski sudah tidak muda lagi. Usia pemain berdarah Montenegro itu menginjak 38 tahun, tapi masih tajam.

Spaso masih menjadi andalan Bhayangkara FC, termasuk saat bersaing di Liga 2 musim lalu dan mengantarkan timnya kembali ke kasta tertinggi. Ketajaman Spaso belum habis di BRI Super League 2025/2026.

Spaso selalu bermain di 16 laga musim ini, bahkan sudah mencetak empat gol. Ia pernah menghiasi lini depan Timnas Indonesia dengan torehan empat gol dari tujuh penampilan.

Stefano Lilipaly

Gelandang Dewa United, Stefano Lilipaly masih eksis di kompetisi kasta tertinggi Indonesia hingga sekarang. Setelah cukup lama membela Borneo FC, ia hijrah ke Dewa United musim ini dengan status pinjaman.

Usianya yang sudah memasuki 35 tahun, bukan menjadi halangan bagi Lilipaly untuk membuktikan dirinya belum habis. Bahkan ia selalu bermain di 17 laga BRI Super League musim ini, mencetak dua gol dan tiga assist. Ia juga menorehkan tiga assist di tiga laga pada ajang AFC Champions League.

Tiga gol dari 33 pertandingan bersama Timnas Indonesia menjadi catatan yang membanggakan. Eks pemain Bali United itu juga mendapat kepercayaan pelatih Patrick Kluivert di laga terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, meski berujung kegagalan.

Ezra Walian

Berstatus jebolan akademi Ajax Amsterdam, datang ketika masih bermain untuk Timnas Indonesia U-23. Tapi, saat memilih bermain di Liga 1, sepertinya dia sulit beradaptasi, baik saat memperkuat PSM Makassar dan Persib Bandung. Ezra lebih banyak jadi pelapis.

Persik Kediri kemudian menjadi tim yang menampung bakatnya sejak dua musim terakhir. Ezra beberapa kali ditugaskan bermain melebar. Dia tidak lagi jadi target man, karena posisi striker utama jadi milik penyerang asing.

Sebenarnya, saat ini Ezra berada di usia emas, 28 tahun. Lulusan tim muda Ajax dan Almere City tersebut menjadi tumpuan lini depan tim Macan Putih. Musim ini Ezra sudah memainkan 15 laga dan mencetak lima gol plus tujuh assist.

Di level Timnas Indonesia senior, Ezra Walian mengumpulkan 9 penampilan dan mencetak tiga gol.

Jordi Amat

Palang pintu kukuh Persija Jakarta, Jordi Amat seperti terlahir kembali dalam kariernya di level klub. Setelah menghabiskan waktu tiga musim di Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim, ia hijrah ke Persija dan merasakan persaingan BRI Super League 2025/2026.

Jordi Amat langsung menjadi andalan pelatih Mauricio Souza di sektor pertahanan tim Macan Kemayoran, berduet dengan Rizky Ridho. Tujuh pertandingan ia lakoni dan tak pernah tergantikan di jantung pertahanan Persija.

Jam terbangnya di Persija sangat tinggi, sebab Amat bermain 15 laga bersama Macan Kemayoran dan sudah mencetak dua gol. Artinya bek 33 tahun itu mencatat 1.345 menit di Persija.

Persija dibawanya bersaing di jalur juara dengan nangkring posisi tiga dengan jarak tiga poin dari Persib sebagai pemuncak klasemen. Di level Timnas Indonesia, Amat sempat menjadi tembok tebak saat era Shin Tae-yong.

Ia juga masuk dalam proyeksi saat diasuh Patrick Kluivert, meski masih menjadi pilihan kedua. Jordi Amat punya 19 caps dan torehan dua gol dengan seragam Timnas Indonesia.

Thom Haye

Kemudian ada Thom Haye. Peran dan tugasnya di lapangan cukup membawa pengaruh positif dalam perjalanan Timnas Indonesia mengarungi ronde ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Secara usia, Thom Haye memang sudah tidak muda. Umur gelandang Persib Bandung ini sekarang menginjak 30 tahun, namun ia masih menjadi punya magnet kuat lewat penampilan apik bersama Persib Bandung.

Ia membawa Maung Bandung melaju ke babak gugur AFC Champions League (ACL) Two dan puncak klasemen BRI Super League. Haye total bermain 18 laga di semua kompetisi musim ini, mencetak 1 gol dan empat assist untuk Persib.

Eks pemain Almere City ini punya visi permainan, passing akurat, gemar membongkar celah dari lini tengah. Peran itu bisa menjadi kekuatan Timnas Indonesia di tangan John Herdman.

Rafael Struick

Selanjutnya ada Rafael Struick, striker potensial Dewa United. Ia menjadi pemain andalan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong, dan punya pengalaman di Belanda bersama ADO Den Haag dan Australia di klub Brisbane Roar.

Usianya masih 22 tahun dan kariernya masih cukup panjang. Struick kini membela Dewa United sejak didatangkan awal musim ini. Ia membukukan 10 laga di BRI Super League, dan tiga laga di AFC Champions League dengan torehan satu gol dan satu assist.

Rafael Struick punya 23 caps bersama Timnas Indonesia senior dengan torehan satu gol, ditambah belasan laga bersama Timnas Indonesia level kelompok umur.

Eliano Reijnders

Kemudian ada Eliano Reijnders. Adik dari bintang Manchester City, Tijjani Reijnders. Eliano hijrah dari PEC Zwolle di Liga Belanda pada musim panas lalu, bergabung dengan Persib.

Sama seperti Thom Haye, pemain berusia 25 tahun ini menjadi pemain penting di Persib, dengan 13 penampilan di BRI Super League dan enam laga di ajang AFC Champions League Two.

Eliano Reijnders menjadi anggota Timnas Indonesia sejak debutnya pada 10 Oktober 2024. Sejak saat itu, ia sudah memainkan tujuh pertandingan resmi dengan seragam Timnas Indonesia dan mencatat satu gol.

Jens Raven

Kemudian ada sosok Jens Raven. Striker muda penuh talenta baik di Timnas Indonesia maupun klubnya Bali United. Awalnya ia menonjol ketika berkiprah di Timnas Indonesia U-19, membuat Bali United menggaetnya dari Dordrecht U-21.

Performa terkininya bersama Timnas Indonesia adalah tampil di SEA Games 2025 Thailand bulan lalu. Ia memborong dua gol alias brace ke gawang Myanmar di masa injury time.

Sayangnya, dua gol Raven tidak cukup membawa Timnas Indonesia U-22 lolos ke semifinal SEA Games 2025, karena masih kalah produktivitasnya dari Malaysia.

Di BRI Super League musim ini, striker jangkung berusia 20 tahun itu sudah memainkan 12 laga dengan torehan satu assist bersama Bali United musim ini.

Ivar Jenner?

Pemain berstatus naturalisasi Timnas Indonesia kemungkinan bertambah dengan rumor Ivar Jenner. Persija Jakarta diklaim akan mendatangkan Ivar Jenner pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.

Ivar Jenner memang sudah ngebet pindah dari Jong Utrecht. Pemain berusia 22 tahun itu tidak kunjung dipromosikan ke tim senior, FC Utrecht, yang berkompetisi di Eredivisie.

Kontrak Ivar Jenner bersama Jong Utrecht juga bakal habis pada akhir musim ini. Kapten Timnas Indonesia U-23 itu bisa pindah dengan sejumlah kompensasi ke Persija.

Bersama Jong Utrecht di Eerste Divisie 2025/2026 atau kasta kedua Liga Belanda, Ivar Jenner juga mulai kehilangan statusnya sebagai pemain inti.

Dari 14 penampilannya yang berujung satu gol dan dua kartu kuning, Ivar Jenner hanya empat kali menjadi starter dengan sisanya bermain dari bangku cadangan.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Vincentius Atmaja
  • Gregah Nurikhsani
Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |