GSI Hadir di IIGCE, Menjadikan Sepak Bola Jembatan Sosial untuk Pengembangan Panas Bumi Berkelanjutan

13 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Geothermal Soccer Indonesia (GSI) memperkenalkan pendekatan kolaboratif yang memadukan edukasi panas bumi, komunikasi sosial, dan pembinaan generasi muda melalui sepak bola dalam rangkaian Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12.

Forum Internasional ini dibuka pada 19 Agustus 2026 oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di JICC Senayan. Event ini merupakan forum geothermal terbesar di Dunia.

Melalui forum ini Menteri ESDM menyampaikan target agar Indonesia dapat menjadi PLTP Nomor 1 terbesar di dunia pada 2030. Hal ini tentu harus didukung semua pihak, salah satunya melalui kemudahan dan percepatan perizinan maupun mitigasi isu sosial.

“Keberhasilan pengembangan panas bumi sangat ditentukan kesiapan teknis dan penerimaan sosial. Komunikasi yang transparan, social mapping, dan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat harus dimulai sedini mungkin serta dijaga sepanjang siklus proyek," ujar Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, P. Hadi Wijaya.

"Program pengembangan kompetisi Sepak bola usia muda di Lokasi sekitar WKP merupakan salah satu media yang dapat menciptakan symbiosis mutualisme dalam percepatan pengembangan panas bumi dan penemuan bibit muda atlet Nasional. Hal ini tentunya harus didukung oleh semua pihak baik pengusaha, pemerintah maupun akademisi," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Peran Aktif Sepak Bola dalam Membangun Kerja Sama

Dalam forum ini, GSI hadir menjadi salah satu komunitas yang berperan aktif untuk melakukan mitigasi isu sosial melalui edukasi dan publikasi dengan media sepak bola serta olahraga lainnya untuk membangun relationship, connection, trust, dan collaboration antara pelaku industri panas bumi, pemerintah, generasi muda, dan masyarakat.

Melalui sesi GeoTalk bertema “Sepak Bola sebagai Jembatan Sosial di Wilayah Panas Bumi”, GSI mendorong pendekatan sosial dilakukan sejak awal, berbasis kebutuhan masyarakat, dan dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui olahraga, pendidikan energi bersih, pola hidup sehat, pengembangan generasi muda, dan community engagement, GSI ingin membawa geothermal lebih dekat kepada masyarakat.

Energi bersih bukan hanya tentang megawatt; energi bersih juga tentang people, opportunity, dan legacy yang kita tinggalkan untuk masa depan anak cucu kita di Indonesia. Melalui semangat ‘30.1’, GSI ingin mendukung ambisi besar: 2030, Indonesia menuju posisi nomor satu dunia dalam sebagai penghasil Listrik dari panas bumi.

“Pengembangan panas bumi bukan hanya tentang menghasilkan megawatt, membangun kepercayaan dan manfaat sosial," ujar Ketua GSI, Carson Hakama.

"GSI ingin hadir sejak awal sebagai bagian dari masyarakat dengan mendengar, melibatkan generasi muda, dan menciptakan program sepak bola yang berkelanjutan.Hal ini tentunya akan menjadi suatu terobosan baru dalam percepatan pengembangan panas bumi khususnya dalam mitigasi isu sosial,” lanjutnya.

Coaching Clinic dan Pembinaan Usia Muda

Program GSI menempatkan coaching clinic, pelatihan pelatih lokal, dukungan perlengkapan, kompetisi usia muda, dan jalur pembinaan talenta sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Edukasi ringan mengenai energi panas bumi, lingkungan, sportivitas, disiplin, dan pendidikan disisipkan dalam aktivitas yang dekat dengan keseharian anak-anak dan pemuda.

“Olahraga adalah instrumen pembangunan manusia. Coaching clinic dan pembinaan usia muda di wilayah panas bumi dapat menumbuhkan disiplin, kerja sama, pola hidup sehat, dan membuka jalur prestasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sektor energi dan olahraga," ujar Asisten Deputi, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Tri Winarno.

"GSI akan menjadi suatu terobosan baru untuk pencarian bakat pemain muda nasional sekaligus media paling tepat untuk mengedukasi energi panas bumi sebagai energi masa depan anak bangsa,” lanjutnya.

Dari Isu Sosial Menuju Social Engagement

GSI menegaskan sepak bola bukan alat untuk menutupi atau menggantikan penyelesaian persoalan masyarakat. Isu substantif tetap harus diselesaikan melalui dialog, mekanisme pengaduan, dan tindak lanjut yang akuntabel.

Dalam kerangka social engagement, sepak bola berfungsi membuka ruang interaksi yang lebih cair, mempertemukan berbagai kelompok, dan membangun fondasi hubungan yang positif.

Pendekatan ini diarahkan untuk melibatkan pemerintah sektor energi, pemerintah sektor olahraga, pemerintah daerah, pengembang dan perusahaan penunjang panas bumi, asosiasi, sekolah, akademi sepak bola, media, komunitas, serta masyarakat setempat.

“Panas Bumi merupakan energi masa depan Indonesia. Mmenurut PGE, keberlanjutan berarti memastikan energi bersih tumbuh bersama masyarakat. Kolaborasi melalui sepak bola dapat memperluas ruang dialog, memperkuat kapasitas generasi muda, dan melengkapi penyelesaian isu sosial," ujar Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil.

Dengan kolaborasi tersebut, wilayah panas bumi diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi energi bersih, tetapi juga pusat pertumbuhan sosial dan pengembangan talenta muda.

Melalui kehadiran di IIGCE, GSI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah panas bumi Indonesia.

Semangat yang dibawa adalah sederhana: dari wilayah panas bumi dapat lahir energi untuk Indonesia sekaligus talenta sepak bola untuk Indonesia.

Untuk mempercepat hal dimaksud, tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari Pengusaha panas bumi beserta penunjangnya, Pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, PSSI sampai semua stakeholder yang terkait dengan panas bumi.

“Sepak bola adalah bahasa universal yang bisa menjadi jembatan antara industri geothermal dan masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Vice President PLTP IPP dan Kemitraan PT PLN PT PLN (Persero), Dicky Saputra.

"Melalui program seperti ini, kita tidak hanya mendukung mimpi dan prestasi anak-anak di sekitar wilayah proyek, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerahnya."

"Dengan begitu, keberadaan geothermal dapat memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus menjadi bagian dari masa depan mereka,” lanjutnya. 

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |