Mauro Zijlstra Tinggalkan Eredivisie dan Pilih ke Liga Indonesia di Usia Masih 21 Tahun, Begini Kata Pengamat

14 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta akhirnya resmi mengumumkan Mauro Zijlstra sebagai rekrutan baru pada Rabu (4/2/2026) siang WIB. Striker muda potensial Timnas Indonesia U-22 itu kini untuk pertama kalinya mencicipi kompetisi Tanah Air.

Zijlstra resmi diikat kontrak berdurasi 2,5 musim. Hadirnya pemain kelahiran Zaandam, Belanda itu tidak hanya menjadi tambahan opsi di lini depan musim ini, tetapi juga simbol komitmen Persija Jakarta dalam menyiapkan kerangka tim yang kompetitif untuk beberapa musim ke depan.

Mauro Zijlstra baru berusia 21 tahun dan punya pengalaman di tim muda Volendam, hingga promosi ke tim utama untuk tampil di Eredivisie. Kini, dia meninggalkan sepak bola Belanda di usia yang masih relatif muda, untuk melanjutkan petualangan di Indonesia.

Dengan meninggalkan persaingan di kompetisi sekelas Eredivisie dan memilih bermain di Liga Indonesia, apakah keputusan tepat bagi Mauro Zijlstra? Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, coba mengurai hal tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Soal Kesempatan Bermain

Bagi sebagian orang, mungkin bertanya-tanya mengenai keputusan Zijlstra dengan memilih berkarier di Liga Indonesia, apalagi usianya masih 21 tahun. Liga Belanda atau Eredivisie merupakan salah satu kompetisi papan atas di Eropa, dengan klub-klub tradisi seperti Ajax, PSV Eindhoven, Feyenoord, Utrecht, AZ Alkmaar, dan tim-tim lainnya.

Klub-klub di Belanda seringkali menjadi barometer bagi pesepak bola muda sebagai batu lompatan, yang kemudian menjadi komoditas istimewa bagi klub-klub besar Eropa. Eredivisie juga berada di peringkat tujuh sebagai kompetisi terbaik di Eropa.

Eks pemain Timnas Indonesia, Supriyono Prima, menjadi tamu dalam podcast terbaru Liputan6 yang diunggah melalui saluran YouTube. Satu di antara pembahasannya adalah kedatangan Mauro Zijlstra ke BRI Super League, dengan meninggalkan Liga Belanda. Apa katanya?

"Kalau kita berpikir usia dia masih muda, kemudian tiba-tiba mengambil satu keputusan bermain di Super League, ya saya pikir kan ada persaingan yang mungkin di klub lamanya dia tidak mendapatkan jam terbang," ungkap Supriyono Prima.

Mirip Kasus Coutinho

Mantan pesepak bola di Liga Indonesia pada era 90-an tersebut mengambil contoh kasus Philippe Coutinho, pemain asal Brasil yang pernah moncer di Inter Milan, Liverpool, dan Barcelona.

"Semua orang tahu Coutinho, yang pernah di Inter Milan kemudian pernah bermain di Liverpool. Coutinho bukan pemain yang jelek, tetapi ketika berpindah ke Barcelona dia tidak mendapatkan menit bermain," ujar Supriyono.

"Artinya bukan kualitas tetapi Coutinho tidak sesuai dengan kebutuhan pelatih. Mungkin itu yang terjadi pada Mauro Zijlstra ini," lanjut mantan pemain Pelita Jaya tersebut.

"Di sisi lain, mungkin ketika dia itu mau bermain di Indonesia karena juga ingin mendapatkan menit bermain, yang ujungnya mendapatkan kesempatan di dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia. Mungkin ya seperti itu," tandas Supriyono.

Belum Sempat Debut di Eredivisie

Mauro Zijlstra merupakan pemain kelahiran 9 November 2004. Setelah moncer di tim Volendam U-21, Zijlstra mengukir debut di tim senior klubnya tersebut musim lalu atau 2024/2025.

Debutnya berlangsung ketika Volendam menggasak FC Eindhoven 3-1 pada 11 Januari 2025. Zijlstra bermain selama dua menit dalam debutnya, kemudian disusul lima pertandingan lainnya dengan total bermain selama 138 menit.

Sedikit menengok ke belakang, kiprahnya dimulai bersama akademi milik AZ Alkmaar. Setelah itu, dia pindah ke AFC Youth pada 2019. Di klub tersebut, ia bermain di level U-17 hingga U-18.

Pada Juni 2022, Zijlstra pindah ke NEC Nijmegen U-21, lalu bermain untuk Volendam U-21. Musim 2024/2025, Mauro Ziljstra memperkuat Volendam U-21, ia bermain sebanyak 21 laga, mencetak 17 gol plus tujuh assist. Artinya, rata-rata ia mencetak 0,8 gol di setiap pertandingan.

Namun ia kesulitan menembus tim utama Volendam dalam mengarungi persaingan di Eredivisie musim ini. Dari 21 laga yang telah dimainkan Volendam, Zijlstra belum pernah bermain satu menit pun, meski enam laga ada di bangku cadangan.

Sumber: Kanal Youtube Liputan6

Simak Persaingan Musim Ini:

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |