Meski Gagal Tumbangkan Persela, PSIS Punya Potensi Besar Meledak di 8 Laga Tersisa

13 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi Putra, merasa sangat puas dengan perkembangan anak asuhnya meski gagal meraih kemenangan saat menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-19 Pegadaian Championship 2025/2026.

Meskipun hanya bisa bermain 1-1 dalam duel yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (15/2/2026) itu, PSIS telah memperlihatkan sinyal positif untuk bisa bersaing di putaran ketiga.

Andri Ramawi menjelaskan daya juang anak asuhnya sangat luar biasa saat menghadapi Laskar Joko Tingkir. Determinasi pemain yang tak mengendur hingga akhir laga menjadi catatan positif dari penampilan Mahesa Jenar.

“Terima kasih untuk semua pemain yang sudah berjuang sampai menit terakhir. Walaupun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kami targetkan, tetapi kami melihat determinasi dan daya juang menjadi sinyal positif untuk laga selanjutnya,” ujar Andri.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Butuh Hasil Positif

Sejatinya, secara permainan, Andri sudah merasa puas dengan kinerja anak asuhnya. Sayangnya, peluang-peluang yang sukses diciptakan gagal berbuah gol.

Konversi peluang jadi catatan yang harus diperbaiki andai PSIS ingin meraih hasil positif.

“Terkadang sepak bola tidak berbicara tentang statistik ya. Dan yang terjadi melawan Persela Lamongan seperti itu. Kami jadi kubu yang lebih banyak peluang. Peluang yang seharusnya jadi gol, ternyata tidak bisa menghasilkan gol,” kata dia,

“Itu bicara soal statistik. Namun, dalam sepak bola, hal yang juga tak kalah penting adalah hasil. Game plan yang sudah kami buat dan rencanakan sebelumnya, semuanya sudah dilakukan pemain,” imbuhnya.

Punya Potensi Besar

Terlepas dari hasil itu, pelatih berusia 39 tahun itu tetap merasa senang dengan satu poin yang diraih anak asuhnya. Sebab, Mahesa Jenar bisa tetap memperjuangkan hasil imbang dan terhindar dari kekalahan.

“Pergantian pemain yang dengan karakter yang lebih menyerang, perubahan formasi menggunakan dua striker, tetapi hasilnya masih belum menghasilkan tiga poin. Yang pasti, dengan satu poin ini kami merasa bersyukur,” ujar dia.

Juru taktik berlisensi A AFC ini juga mengakui penampilan Mahesa Jenar pada laga ini memperlihatkan satu harapan besar. PSIS bisa bermain dengan baik untuk menatap putaran ketiga dengan lebih maksimal.

“Kami harus bekerja lebih keras lagi. Tim ini punya potensi yang sangat baik dan positif. Semoga nanti pada delapan pertandingan terakhir kami bisa mendapatkan hasil yang positif demi bertahan di kasta kedua,” ucapnya.

Sudah Jauh Berbeda

Sementara itu, pemain PSIS, Gustur Cahyo Putro, merasa sangat bangga dengan perkembangan rekan-rekannya. Dia menyebut Mahesa Jenar sudah jauh lebih berbeda untuk mengarungi persaingan pada putaran ketiga ini.

“Hasilnya imbang, sangat disayangkan. Hanya saja, entah kenapa ada sesuatu hal yang membuat saya yakin dengan tim ini. Tim ini berbeda dengan sebelumnya,” ujar pemain asal Magelang tersebut.

“Saya merasa lebih mantap untuk menatap delapan pertandingan tersisa dengan tim sekarang ini. Semua pemain bekerja keras. Semua pemain ingin menang dan kompak. Hanya saja keberuntungan belum berpihak kepada kami,” lanjut dia.

Dengan perkembangan semacam ini, Gustur merasa optimistis Mahesa Jenar bisa melewati delapan pertandingan tersisa Pegadaian Championship 2025/2026 dengan hasil yang jauh lebih maksimal.

“Saya sangat yakin dengan tim ini, baik itu dengan tim pelatih maupun para pemain. Pada delapan pertandingan berikutnya, kami pasti akan lebih baik. Karena, saat bermain di lapangan, perasaan saya sangat berbeda dengan sebelumnya,” ujar Gustur.   

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Radifa Arsa
  • Yus Mei Sawitri
Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |