Pelatih Thailand Masih Pede Bisa Bikin Keajaiban di Markas Vietnam untuk Raih Trofi Piala AFF 2026

18 hours ago 8

Bola.com, Jakarta - Vietnam berada di atas angin dalam perebutan gelar Piala AFF 2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Thailand pada leg pertama final.

Bertanding di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22-8-2026) malam, The Golden Star mencuri kemenangan penting di kandang lawan.

Dua gol Vietnam tercipta setelah turun minum. Nguyen Hai Long membuka keunggulan pada menit ke-62, kemudian Nguyen Quang Hai menggandakan skor tujuh menit berselang.

Hasil tersebut membuat Thailand berada dalam situasi sulit. Tim asuhan Anthony Hudson wajib menang dengan selisih setidaknya tiga gol pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan dan merebut trofi Piala AFF 2026.

Pertandingan kedua akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26-8-2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Masih Percaya

Anthony Hudson tidak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan setelah kalah di kandang sendiri.

Pelatih asal Inggris itu meminta para pemain menjadikan hasil leg pertama sebagai bahan pembelajaran sebelum menjalani pertandingan penentuan di Hanoi.

Hudson juga mengaku tetap yakin Thailand memiliki peluang untuk membalikkan keadaan.

"Jika saya tidak yakin dengan peluang untuk membalikkan keadaan, saya tidak akan di sini. Saya mengatakan kepada para pemain dalam pertemuan tim usai pertandingan, bahwa menghadapi tekanan dari media dan faktor eksternal lainnya adalah hal yang krusial," ujar Hudson, seperti dikutip dari Soha.

Hudson kemudian meminta para pemain Thailand memperhatikan perayaan Vietnam setelah pertandingan. Menurutnya, momen tersebut perlu diingat menjelang leg kedua.

"Selain itu, saya meminta mereka menyaksikan perayaan tim Vietnam di sudut lapangan untuk memperkuat ingatan tersebut," lanjutnya.

Thailand sebenarnya mampu menguasai pertandingan dengan lebih baik dari sisi penguasaan bola. Thailand mencatat penguasaan bola hingga 61 persen dan melepaskan 14 tembakan, meski hanya tiga yang mengarah ke gawang.

Akan tetapi, Vietnam justru tampil lebih efektif. Dari 12 percobaan, lima tembakan mengarah ke sasaran dan dua di antaranya berbuah gol.

Wajib Menang Besar

Dengan defisit dua gol, Thailand membutuhkan kemenangan besar pada leg kedua. Anthony Hudson menyebut peluang timnya belum tertutup dan masih ada 90 menit untuk menipiskan ketertinggalan.

"Meski tertinggal, kami akan tetap mencari cara untuk bangkit. Defisit dua gol berarti bahwa, walau sulit, segalanya belum berakhir. Tantangan terbesar bagi tim Thailand adalah kondisi fisik mereka saat ini, yang menuntut pemulihan cepat," kata Hudson.

Hudson percaya peluang tersebut masih terbuka jika para pemain mampu memulihkan kondisi dengan baik sebelum pertandingan kedua.

"Jika mereka pulih dengan baik, kami punya peluang. Saya menaruh kepercayaan pada kelompok ini, saya percaya pada seluruh tim, dan saya yakin jika kami bersiap dengan baik, para pemain akan berangkat ke Vietnam dalam kondisi fisik terbaik. Kami masih memiliki peluang di leg kedua final," tegasnya.

Thailand tentu tidak ingin kembali mengalami hasil serupa seperti dua tahun lalu. Pada final Piala AFF 2024, Thailand juga dua kali kalah dari Vietnam dengan skor 1-2 dan 2-3 sehingga kalah agregat 3-5.

Kebugaran Jadi Perhatian

Hudson menegaskan pertandingan final belum selesai dan hasil akhir baru akan ditentukan setelah leg kedua. Ia juga menolak jika perjuangan Thailand di turnamen ini hanya dianggap sebagai ajang uji coba atau pengembangan pemain.

Menurut Hudson, Vietnam memang menunjukkan kualitas yang makin kuat dan layak mendapatkan berbagai pencapaian yang sudah diraih.

Di sisi lain, Thailand masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk penyesuaian komposisi tim selama turnamen.

Thailand memang tidak tampil dengan kekuatan terbaik di Piala AFF 2026. Hudson juga masih tergolong baru dalam menangani Timnas Thailand.

Itulah mengapa ia berharap lini depan Thailand dapat tampil lebih tajam ketika bermain di Hanoi. Ia secara khusus menyoroti kondisi fisik trio penyerang timnya.

"Perjalanan kami tidak berakhir di sini. Semua orang di ruang ganti yakin bahwa tim Thailand mampu meraih hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya," ujar Hudson.

"Saya harus melakukan cukup banyak penyesuaian dalam beberapa pertandingan terakhir karena masalah kebugaran dan faktor adaptasi. Saya berpendapat bahwa trio penyerang Timnas Thailand perlu meningkatkan kondisi fisik mereka. Itu adalah faktor terpenting saat ini. Mereka harus lebih bugar dan lebih lincah," lanjutnya.

Hudson tetap memberikan apresiasi kepada skuad Thailand, terutama para pemain muda. Namun, ia menyayangkan kondisi fisik tim yang menurutnya belum optimal selama turnamen.

"Saya sangat bangga dengan tim ini, terutama para pemain mudanya. Namun, jauh di lubuk hati, saya menyayangkan hal ini. Seandainya kondisi fisik mereka lebih baik dan mereka dipersiapkan secara lebih matang dari segi fisik untuk kompetisi ini, mereka bisa meraih pencapaian yang lebih besar lagi di turnamen ini," ucap Hudson.

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |