Selebrasi Kode Meminta Gaji Pemain PSBS Jadi Sorotan, Luquinhas: Kami Punya Keluarga dan Tanggung Jawab!

8 hours ago 6

Bola.com, Sleman - Ada pemandangan menarik saat pemain PSBS Biak mencetak gol ke gawang Arema FC. Selebrasi yang dilakukan trio asing Badai Pasifik memantik sorotan publik karena dianggap sebagai sindiran terkait persoalan gaji.

Mohcine Hassan, Pablo Andrade, dan Luquinhas kompak melakukan gestur menggesekkan ibu jari ke telunjuk dan jari tengah usai membobol gawang Arema FC pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026) malam WIB.

Gestur itu identik dengan simbol uang dan diduga jadi bentuk pesan dari pemain PSBS. Seperti diketahui, skuad Badai Pasifik dikabarkan belum menerima bayaran selama empat bulan terakhir.

Situasi tersebut bahkan sempat membikin pemain berniat mogok bertanding. Namun, tampaknya ada dana talangan yang membuat mereka tetap sepakat menyelesaikan musim 2025/2026.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Luquinhas Ungkap Isi Hati Pemain PSBS

Winger PSBS, Luquinhas, buka suara terkait selebrasi yang ia lakukan bersama rekan setimnya. Pemain asal Brasil itu menegaskan aksi tersebut lahir dari luapan emosi para pemain yang sedang berada dalam situasi sulit.

"Selebrasi itu merupakan momen yang penuh emosi. Kami bekerja setiap hari, terus berlatih, bertanding, dan memberikan segalanya untuk klub, bahkan di tengah situasi yang sangat sulit," ujar Luquinhas kepada Bola.com, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Luquinhas, pesan yang mereka sampaikan bukan untuk menyerang atau merendahkan pihak tertentu. Mereka hanya ingin menunjukkan kondisi yang tengah dirasakan pemain dan staf tim.

"Pesan tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan siapa pun, melainkan sekadar untuk mengungkapkan apa yang dirasakan oleh banyak pemain dan staf saat ini," sambungnya.

Berharap Ada Solusi dari Manajemen

Winger berusia 29 tahun itu mengatakan, pemain tetap menjaga profesionalisme meski menghadapi persoalan finansial. Namun, mereka juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga masing-masing.

"Kami mencintai sepak bola dan kami adalah profesional, tetapi di saat yang sama kami juga memiliki keluarga dan tanggung jawab," kata pemain kelahiran 22 April 1997 tersebut.

Mantan pemain Amazonas itu berharap manajemen Badai Pasifik segera memberikan solusi terkait tunggakan gaji yang belum diselesaikan sampai sekarang.

"Harapan saya adalah manajemen dapat segera menemukan solusi terkait gaji yang belum dibayarkan, karena setiap pemain layak mendapatkan penghormatan atas kerja keras yang terus mereka lakukan untuk klub," ucap Luquinhas.

PSBS Babak Belur

Di sisi lain, hasil pertandingan melawan Arema FC semakin memperburuk situasi tim besutan Marian Mihail itu. Tim asal Papua tersebut kalah telak 2-5 di kandang sendiri.

Dengan kekalahan itu, PSBS makin terbenam di dasar klasemen sementara dengan koleksi 18 poin. Dari 33 laga, mereka hanya mampu meraih empat menang dan enam imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.

Statistik bapuk tersebut membuat Badai Pasifik menjadi satu di antara tim dengan performa terburuk di BRI Super League musim ini dan harus rela turun kasta kedua musim mendatang.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |