:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316464/original/035830200_1785929091-ChatGPT_Image_Aug_5__2026__05_13_49_PM.jpg)
Bola.com, Gianyar - Piala Presiden 2026 menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana seorang bek tengah mampu mengubah jalannya pertandingan.
Di tengah sorotan yang kerap tertuju kepada para penyerang, ada seorang bek yang diam-diam menjelma menjadi penentu nasib Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026. Namanya Yuran Fernandes.
Bukan lewat aksi dribel atau tembakan spektakuler, melainkan melalui kekuatan yang semakin langka dalam sepak bola modern, dominasi duel udara. Bahkan, Yuran dua kali jadi penentu kemenangan Persebaya.
Dua gol yang dicetak Yuran bukan sekadar menambah catatan statistik pribadi. Gol-gol tersebut menghadirkan kemenangan krusial bagi Bajul Ijo, membuka jalan menuju semifinal, lalu mengantar mereka menembus partai final.
Gol pertama lahir saat Persebaya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam laga yang berjalan ketat, kebuntuan akhirnya pecah melalui situasi sepak pojok. Adalah Diogo Ramalho yang mengirim umpan tendangan sudut itu.
Yuran melesat ke titik yang tepat, melompat lebih tinggi dari para pemain lawan, lalu mengarahkan sundulan yang tak mampu dihentikan kiper. Satu gol itu cukup membawa Persebaya menang 1-0 sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.
Peran penting itu membuat Yuran meraih titel "man of the match" dalam laga tersebut. Kendati demikian, dia memilih untuk merendah saat ditanya mengenai gol sundulan itu.
"Saya sangat senang membantu tim. Yang lebih penting adalah kemenangan. Kami mencetak cleansheet, salah satu target kami tiap laga," ucap bek asal Tanjung Verde itu.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Skenario Sama di Semifinal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310736/original/051678500_1785334695-yuran.jpg)
Beberapa hari berselang, skenario yang hampir identik kembali terulang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8/2026). Kali ini lawannya adalah Arema FC, pertandingan yang sarat gengsi karena mempertemukan dua rival besar Jawa Timur.
Saat tensi pertandingan memuncak dan setiap peluang begitu berharga, Yuran kembali menjadi pembeda. Momen ini tercipta dari Francisco Rivera yang mengirim umpan terukur dari sudut. Lagi-lagi berawal dari sepak pojok. Lagi-lagi diselesaikan dengan sundulan. Lagi-lagi menjadi gol penentu kemenangan.
"Saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Tuhan. Saya sangat senang dengan hasil pertandingan ini. Kami berkembang sebagai tim. Sekarang satu pertandingan lagi yang perlu kami lewati. Kami akan fokus ke pertandingan terakhir," ungkap Yuran, lagi-lagi merendah.
Kesamaan dua gol tersebut bukanlah kebetulan. Itu merupakan hasil perpaduan antara latihan, kecermatan membaca ruang, keberanian menyerang bola, serta kemampuan memilih waktu lompatan.
Di level sepak bola modern, situasi bola mati sering menjadi pembeda ketika pertandingan berlangsung seimbang. Bek berusia 31 tahun itu berhasil memaksimalkan momen itu dengan kualitas yang luar biasa.
Keunggulan terbesar bek asal Tanjung Verde tersebut terletak pada duel udara ditopang dengan postur setinggi 198 cm. Dengan postur tubuh yang ideal sebagai bek tengah, ia memiliki timing lompatan yang sangat baik.
Bukan hanya tinggi badan yang membuatnya unggul, melainkan cara membaca arah bola sebelum pemain lain bereaksi. Saat bola melayang, Yuran sudah lebih dulu menentukan posisi terbaik.
Kemampuan itu juga ditunjang oleh keberanian dalam kontak fisik. Ia tidak mudah kehilangan keseimbangan meski mendapat tekanan dari lawan.
Sebaliknya, Yuran justru mampu menggunakan kekuatan tubuhnya untuk menciptakan ruang sebelum melakukan sundulan. Kombinasi itulah yang membuatnya begitu berbahaya setiap Persebaya memperoleh sepak pojok.
Solid di Pertahanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310758/original/024003400_1785335875-FRD01258.JPG.jpeg)
Namun, kontribusi Yuran tidak berhenti di depan gawang lawan. Sepanjang Piala Presiden 2026, ia juga tampil solid dalam mengawal lini belakang Persebaya.
Ketenangannya saat menguasai bola, kemampuan membaca arah serangan lawan, serta kepemimpinannya dalam mengatur garis pertahanan menjadi fondasi penting yang membuat Persebaya tampil disiplin. Dari total empat laga, mereka cuma kebobolan satu gol dan membukukan tiga cleansheet.
Yuran memperlihatkan bagaimana seorang bek bisa memberikan kontribusi langsung terhadap hasil pertandingan tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai penjaga pertahanan. Lebih dari sekadar pencetak gol, Yuran menjadi simbol efektivitas. Ia tidak membutuhkan banyak peluang untuk memberi dampak besar.
Dua sundulan, dua gol, dan dua kemenangan menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari seberapa sering menyentuh bola, melainkan seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil akhir pertandingan.
Bagi Persebaya, kehadiran pemain seperti Yuran merupakan keuntungan besar. Dalam turnamen yang jadwalnya padat dan pertandingan berlangsung ketat, situasi bola mati sering menjadi jalan keluar ketika permainan terbuka menemui kebuntuan.
Piala Presiden 2026 juga memperlihatkan bahwa kerja kolektif Persebaya memiliki fondasi yang kuat. Skema sepak pojok yang berulang menghasilkan gol bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari latihan yang dilakukan secara konsisten.
Ketika eksekutor mengirim umpan dengan akurat dan Yuran mampu menyelesaikannya dengan presisi, lahirlah kombinasi yang sulit dihentikan.
Ia dituntut membuktikan bahwa kualitasnya tidak hanya hadir karena lawan lengah, tetapi karena memang memiliki kemampuan untuk memenangkan duel, membaca permainan, dan menentukan hasil pertandingan pada saat yang paling dibutuhkan.
Sundulan dari Tanjung Verde
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380307/original/028506100_1760422061-Cape_Verde_Lolos_Piala_DUnia_2026-3.jpg)
Menariknya, perjalanan Yuran Fernandes seakan berjalan beriringan dengan kebangkitan sepak bola negara asalnya, Tanjung Verde. Negara kecil di pesisir barat Afrika itu mencuri perhatian dunia pada Piala Dunia 2026 dengan status debutan.
Meski datang tanpa predikat unggulan, Tanjung Verde mampu menahan imbang tim-tim besar seperti Spanyol dan Uruguay, sebelum akhirnya tersingkir secara terhormat di babak 32 besar setelah memberi perlawanan sengit kepada Argentina.
Perjalanan mengejutkan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola Tanjung Verde kini memiliki fondasi yang semakin kuat. Semangat pantang menyerah dan kemampuan bersaing melawan tim-tim elite itu juga tercermin dalam sosok Yuran, yang menjadi salah satu representasi kualitas pemain asal Tanjung Verde di level klub.
Lewat dua sundulan yang lahir dari skema serupa, Yuran Fernandes membuktikan bahwa prestasi kadang lahir dari kesederhanaan yang dilakukan dengan kesempurnaan.
Dalam turnamen ini, ia bukan sekadar benteng pertahanan tim asal Kota Pahlawan tersebut. Ia adalah penentu kemenangan, penguasa duel udara, dan salah satu wajah paling menonjol dari perjalanan impresif Persebaya menuju partai puncak.
Kini, menjelang partai final, perhatian lawan tentu akan lebih tertuju kepada Yuran Fernandes. Namun, justru di situlah tantangan seorang pemain besar. Duel kontra Persib Bandung, Kamis (6/8/2026), dalam partai final akan jadi panggung menarik memperebutkan mahkota juara.
Pada akhirnya, perjalanan Persebaya menuju final Piala Presiden 2026 tidak hanya dibangun oleh kreativitas para gelandang atau ketajaman lini depan. Ada seorang bek yang menjadikan langit sebagai wilayah kekuasaannya, lalu mengubah setiap sepak pojok menjadi harapan bagi Persebaya.

6 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9316447/original/003022500_1785928454-20260805_Budy_Santoso_Stadion_Kapten_I_Wayan_Dipta_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316491/original/083301000_1785932751-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_19.12.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307232/original/006702000_1784968751-pilres.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2404574/original/052030500_1541768200-000_1AP50C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316453/original/000303200_1785928819-IMG_2850.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9316432/original/052115000_1785928010-20260805_Budy_Santoso_Stadion_Kapten_I_Wayan_Dipta_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299262/original/061672600_1784205773-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_42_10_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9311458/original/047066300_1785402893-20270730_Wahyu_Pratama_PSMS_vs_Persebaya_04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315138/original/032602600_1785829121-SaveInta.com_762466063_17901018150492129_2011560696125312859_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9306909/original/030897400_1784919395-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__01_43_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310736/original/051678500_1785334695-yuran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315690/original/063213000_1785852548-IMG_6027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9314780/original/042709200_1785776923-20260803_Budy_Santoso_Indonesia_vs_Vietnam_02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6622074/original/094372900_1779452824-20260522_180230.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308794/original/060788800_1785202090-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9314785/original/032154500_1785777519-20260803_Budy_Santoso_Indonesia_vs_Vietnam_06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307006/original/051020800_1784949237-ilhan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314647/original/077064900_1785756647-Persebaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9314784/original/007942300_1785777519-20260803_Budy_Santoso_Indonesia_vs_Vietnam_05.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8030823/original/016638800_1780872304-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_35_24_AM.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995787/original/060431100_1779765788-Tidak_mudah_menuliskan_kata_perpisahan_untuk_seseorang_yang_punya_peran_besar_dalam_perjalanan_i.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853795/original/010538200_1780677622-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-3.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553460/original/000324100_1775974145-kurus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381757/original/008406700_1613736398-Persib_Bandung_-_Umuh_Muchtar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5310202/original/060650600_1754671050-20250808AA_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta-05.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554683/original/014397600_1776090680-ekayana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5510067/original/004176400_1771816661-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7168704/original/085767200_1779959562-ChatGPT_Image_May_28__2026__04_11_01_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559676/original/002125200_1776606413-IMG_1661.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541718/original/035185100_1774880353-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7609778/original/083804700_1780394841-1000436183.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5553685/original/003018900_1776019308-20260412BL_Malam_Penutupan_Piala_Presiden_2026_16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559131/original/005620500_1776519130-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5281455/original/004280300_1752387390-Satoru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313518/original/070226500_1755007719-scheu.jpg)