Tanpa Spesialis Bola Mati, Timnas Indonesia Banyak Buang Peluang dari Skema Set Piece di FIFA Series 2026

14 hours ago 6

Bola.com, Kediri - John Herdman masih punya banyak PR untuk membenahi kinerja Timnas Indonesia kedepan. Salah satunya skema permainan dari bola mati.

Berdasarkan dua pertandingan di FIFA Series 2026, terutama saat kalah 0-1 dari Bulgaria lewat gol penalti, Timnas Indonesia masih lemah dalam memanfaatkan peluang dari proses serupa.

Sepakan Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On yang ditugasi sebagai eksekutor bola mati sama sekali tak mengancam pertahanan lawan. Titik jatuh bola tak pernah di posisi yang tepat atau mengarah langsung ke gawang.

Padahal Timnas Indonesia memiliki beberapa penggawa berpostur tinggi yang kuat dalam duel bola-bola udara dan siap menyantap umpan dari tendangan pojok atau set piece.

Sebenarnya Timnas Indonesia punya Thom Haye sebagai spesialis penendang bola mati. Namun, dalam hajatan yang diinisiasi FIFA ini gelandang Persib itu harus absen.

Pemain berjulukan Sang Profesor itu sedang menjalani sanksi larangan bertanding bersama Shayne Pattynama.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tak Ada Ezra Walian

Secara mengejutkan, John Herdman tak memakai jasa Ezra Walian. Padahal kapten tim Persik ini punya senjata mematikan untuk bola-bola mati.

Catatan sembilan assist dari skema open play dan bola mati yang diukir Ezra Walian tak membuat John Herdman kepincut.

"Sejak pengumuman 24 pemain lalu, saya amati Timnas Indonesia tak punya spesialis bola mati," ujar Alexander Saununu.

"Secara obyektif, Ezra Walian sangat layak kembali ke Timnas Indonesia. Tapi mungkin John Herdman punya pertimbangan sendiri tak mengajak dia," lanjut mantan pesepak bola nasional Indonesia itu.

Skema Bola Mati Tidak Bagus

Tengara mantan gelandang Timnas Indonesia ini terbukti saat Jay Idzes dkk. bertarung dalam FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 27 dan 30 Maret lalu. John Herdman lebih percaya dan memaksimalkan Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On.

"Skema bola mati Timnas Indonesia sama sekali tidak bagus. Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On membuang peluang dari set piece. Ini harus jadi bahan evaluasi bagi John Herdman," jelasnya.

Namun, dengan jujur Alex Saununu memuji teknik Doni Tri Pamungkas sebagai eksekutor dari sepak pojok. Sayangnya, bek muda milik Persija ini tak diberi kesempatan menendang dari set pieces.

"Jika Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On tak maksimal, seharusnya John Herdman mencoba Doni Tri untuk set piece. Calvin Verdonk juga punya kualitas bagus, tapi dia fokus di pertahanan karena bek Timnas Indonesia pasti maju saat tendangan bebas," paparnya.

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |