Cedera Lutut Jadi Momok bagi Pesepak Bola, Urat yang Putus Bisa Diganti dengan Sintetis: Awet 20 sampai 25 Tahun

18 hours ago 6

Bola.com, Jakarta - Tak sedikit pesepak bola harus terhenti kariernya lantaran cedera lutut, terlebih bagian ACL atau Anterior Cruciate Ligamen.

Setiap pesepak bola pastinya tak ingin didera ACL karena efeknya yang sangat merisaukan. Bagaimana tidak, butuh waktu yang lama untuk pemulihan.

Bersyukur kalau cedera bisa ditangani yang membuat si pemain kembali bermain. Namun, tak sedikit yang harus pensiun dini. Itu mengapa cedera lutut kerap disebut sebagai momok bagi semua pesepakbola profesional di bawah kolong langit.

Pertanyaannya, mengapa atlet sepak bola rentan cedera lutut? Adakah solusi untuk urat yang putus?

Menjawab dua pertanyaan tersebut, dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT (K-CO), via kanal YouTube Bicara Bola mengulasnya panjang lebar.

"Dalam saya berkarier, memang cabang olahraga yang paling banyak cedera itu ya cabang olahraga sepak bola," kata Sapto Adji Hardjosworo.

"Jadi karakter olahraganya sendiri memungkinkan seseorang itu cedera. Kenapa? Karena ada unsur kelincahan, kecepatan, kadang-kadang harus loncat, kadang-kadang terjadi benturan juga," imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lutut Rentan Cedera

Menurut Sapto Adji Hardjosworo, cedera yang paling sering ditanganinya sebagai dokter olahraga adalah masalah lutut.

"Jadi secara garis besar sebetulnya cedera itu bisa karena cedera tunggal akibat mungkin misalnya salah jatuh atau karena benturan. Nah, dari semua cedera yang terjadi paling banyak adalah cedera lutut sih," tukasnya.

"Karena memang lutut itu karakternya memang mudah sekali cedera. Biasanya cederanya karena terpelintir salah jatuh, akibatnya urat yang di dalam lutut putus," lanjutnya.

Solusi Alternatif

Lebih jauh Sapto Adji Hardjosworo menjelaskan urat yang putus tak bisa lagi disambung. Namun, bisa diakali dengan cara lain.

"Masalahnya adalah enggak bisa disambung. Harus diganti yang lain. Jadi urat di bagian tubuh yang lain atau dari orang yang sudah meninggal atau sekarang ada teknologi urat sintetis yang dipakai untuk menggantikan urat yang putus tadi," ujarnya.

"Jadi masa pemulihannya yang biasanya rata-rata 6 bulan, sekarang bisa 3 bulan sudah bisa main lagi. Ada umurnya, tapi lumayan 20 sampai 25 tahun," lanjutnya.

Solusi saat Ada Keluhan

Bagaimana pencegahan kalau ada keluhan di lutut?

"Jangan ditunda, segera konsultasi dengan dokter. Yang sering menjadi masalah adalah kenapa orang malas ke dokter? Pertama mungkin enggak percaya. Itu sempat saya alami," tukas Sapto Adji Hardjosworo.

"Jadi ketika saya memulai karier sebagai dokter olahraga, sempat ada ketidakpercayaan 'bisa enggak sih dokternya menangani sakit gue'. Iya kan?".

"Kemudian yang kedua, di Indonesia masalah uang. Namun, kita punya BPJS. Dengan BPJS, Insya Allah, untuk sekadar menangani atau mengetahui diagnosa sudah enggak masalah lagi," pungkasnya.

Read Entire Article
Kunjungan Pemerintah | Dewasa | | |